Tahun 2015, saat saya berusia 20 tahun, saya ingat betul momen ketika dunia makeup mulai menggoda perhatian saya. Masih segar dalam ingatan, hari itu adalah hari pertama saya menghadiri kuliah di universitas. Semua teman-teman di sekeliling saya tampak percaya diri, mengenakan riasan wajah yang flawless. Sementara itu, saya hanya bermodal lip balm dan sunscreen. Ada rasa canggung sekaligus ingin mencoba sesuatu yang baru.
Di satu sisi, keinginan untuk terlihat lebih percaya diri menyelimuti diri saya; di sisi lain, keraguan menghantui setiap langkah. “Bagaimana ya cara mereka bisa melakukannya?” pikirku dalam hati. Kecantikan seolah menjadi suatu hal yang tidak bisa dijangkau bagi seseorang yang merasa awam seperti saya saat itu.
Saat bulan berganti, rasa penasaran mengalahkan keraguan. Saya mulai menjelajahi dunia makeup dengan bahan-bahan dasar seperti bedak dan blush on. Dengan melihat video tutorial di YouTube dan membaca berbagai blog kecantikan, saya menemukan banyak informasi menarik tentang cara merias wajah.
Namun proses belajar ini tidak selalu mulus. Saya pernah mengalami ‘makeup fail’ saat mencoba eyeliner untuk pertama kali—munculnya garis tebal mirip ikan hiu di kelopak mata membuat saya tertawa sekaligus frustrasi. Iya, momen-momen memalukan ini justru membentuk fondasi dari kecintaan akan makeup selanjutnya.
Saya juga sering berinteraksi dengan teman-teman yang lebih berpengalaman dalam merias wajah mereka sendiri; kami mengadakan sesi makeup bareng sambil saling bertukar tips praktis. Dalam salah satu sesi tersebut, seorang teman mengatakan kepada saya bahwa “makeup bukan hanya tentang penampilan luar tetapi juga bagaimana kita mengekspresikan diri.” Itu kalimat sederhana namun sangat berarti bagi perjalanan ini.
Satu tahun berlalu sejak perkenalan awal dengan makeup—kini datanglah tantangan baru: menghadiri acara pernikahan sahabat terdekat tanpa seorang make-up artist di sisi saya! Tanggal 15 Agustus 2016 menjadi titik penting; saat itu semua mata tertuju pada pengantin dan tamu undangan lainnya termasuk diriku sendiri.
Saya melakukan persiapan jauh-jauh hari sebelum hari H—berlatih di depan cermin selama berjam-jam untuk menghasilkan riasan yang tepat namun tetap natural. Saat tiba waktunya mengenakan gaun cantik milik sahabat saya dan melihat refleksi wajah yang terpenuhi sapuan foundation halus serta eyeshadow lembut membuat jantung berdebar penuh antisipasi.
Apa reaksi pertama ketika tiba? Alhamdulillah! Semua pujian masuk tak henti-hentinya dari teman-teman pada malam itu menjadi hadiah terbaik atas kerja keras serta keberanian untuk bereksperimen dengan penampilan sendiri. Namun lebih dari sekadar pujian itu adalah perasaan percaya diri luar biasa ketika melihat hasilnya sendiri—”Saya melakukannya!” seruku dalam hati penuh bangga.
Sejak malam itu hingga sekarang, ketertarikan terhadap makeup terus tumbuh bersamaan dengan pengetahuan tentang produk-produk skincare berkualitas seperti provetixbeauty. Yang paling penting adalah bagaimana mindset kita terhadap kecantikan dapat mempengaruhi kepercayaan diri kita sehari-hari.
Melalui pengalaman ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa diterapkan oleh siapa pun:
Maka kini setiap kali melihat warna lipstik atau palet eyeshadow baru sekalipun terasa ada cinta tersendiri pada setiap lekukan palette tersebut karena mereka membawa kenangan tersendiri bagi perjalanan hidupku menuju glowing version of myself!
Game Terbaru di slot terbaru yang Wajib Dicoba Pendahuluan Perkembangan game digital berbasis mesin putar…
Selamat datang di Provetix Beauty. Sebagai pencinta kecantikan, meja rias kita sering kali terlihat seperti…
Memasuki tahun 2026, kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat dalam mengolah data untuk keperluan…
Dancing Crab Seafood menjadi pilihan utama bagi pencinta hidangan laut yang mengutamakan kualitas, rasa, dan…
Sejarah seni adalah kisah panjang tentang bagaimana manusia mengungkapkan ide, emosi, dan pandangan hidupnya melalui…
Industri permainan daring adalah sebuah kanvas raksasa yang terus dilukis ulang oleh teknologi dan tren…